Crowdfunding Indonesia pada tahun belakangan ini mempunyai kenaikan yang tinggi. Pada zaman serba teknologi ini semua serba mudah. Internet juga bisa membuat kita berkeliling dunia, bertemu orang baru, mendapatkan uang tanpa harus keluar dari rumah. Termasuk di sektor pengumpulan dana atau crowdfunding.
Banyak orang mencoba menggunakan kemudahan ini untuk tambahan modal usaha, pembangunan yayasan panti sosial, atau memberikan bantuan kepada orang sakit yang tidak mampu membiayai rumah sakitnya. Nominal yang bisa didapat juga jauh lebih besar karena mencakup semua orang dalam kawasan.
Lagi-lagi Internet membuat semuanya mudah. Dari tadi kita berbicara tentang crowdfunding, ada baiknya Kamu ikut kami untuk lebih mengenal tentang penggalangan dana ini. pada artikel kali ini kita akan belajar tentang pengertian, jenis, cara kerja, dan crowdfunding indonesia apa saja yang aman.
Pengertian Crowdfunding Indonesia
Pengertian Crowdfunding berasal dari kata “crowd” yang mempunyai makna sejumlah besar orang, dan “funding” yang berarti pengumpulan dana. Itu artinya, crowdfunding adalah sebuah teknik pengumpulan dana yang dilakukan oleh banyak orang dan dana itu nanti akan dipakai untuk tujuan proyek atau bisnis.
Menurut bahasa Indonesia sendiri, crowdfunding disebutkan dengan urun dana. mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), crowdfunding adalah pendanaan suatu usaha, proyek, dan sebagainya yang melibatkan masyarakat, biasanya melalui jejaring internet.
Nama crowdfunding mulai dikenal dengan berjalannya percepatan teknologi. Beberapa situs seperti kitabisa.com menjadi pelopor ramainya crowdfunding di Indonesia. Kitabisa.com telah membantu banyak yayasan panti sosial, personal yang kekurangan dana untuk penyelesaian proyeknya.
Setelah mengenal pengertiannya, Kamu akan belajar tentang jenis-jenisnya.
Jenis Crowdfunding di Indonesia
Berikut ini adalah jenis crowdfunding yang perlu kamu ketahui.
1. Equity Crowdfunding
Pertama adalah equity crowdfunding. Jenis ini adalah sebuah bagian dari investasi yang berbeda dengan investasi saham. kemiripannya adalah kamu akan membeli saham, tetapi perusahaan ini tidak mendaftarkan di bursa efek. ECF melalui banyak proses agar bisa lolos dengan cara mengganti peran penyelenggara ECF sebagai auditor. Keuntungannya membeli saham di ECF adalah harga saham yang lebih terjangkau karena biaya dari ECF murah.
2. Donation Crowdfunding
Kitabisa.com adalah salah satu pelopor di donation crowdfunding. Crowdfunding jenis ini berbeda dengan ECF. Jika ECF pemberi dana akan mendapatkan keuntungan, donation crowdfunding tidak memberi pemberi dana keuntungan. Biasanya jenis ini dananya akan dimanfaatkan untuk bantuan sosial seperti pembangunan panti sosial, pemberian bantuan ke bencana, orang sakit yang tidak mampu, dan lain-lain. Mereka dengan sukarela memberikan dana karena dorongan hati.
3. Reward Crowdfunding
Jenis crowdfunding indonesia yang ini mempunyai kemiripan dengan Equity Crowdfunding. Perbedaannya adalah jika ECF pemberi dana akan mendapatkan keuntungan berupa saham, di reward keuntungan berupa dari perusahaan langsung tapi bukan saham. biasanya dari potongan harga.
4. Debt/Loan Crowdfunding
Jenis crowdfunding yang terakhir yaitu debt/loan crowdfunding. Tipe ini lebih mirip dengan jasa peminjaman uang. Sistemnya adalah pencari pinjaman akan datang ke peminjam, yang nantinya uang ini untuk keperluan bisnis atau usaha. Setelah ada keuntungan, peminjam akan mendapatkan kembalian berupa insentif seperti bunga. P2P Lending sangat mirip sistemnya dengan jenis crowdfunding ini.