Di usia 1 tahun, anak masih dalam periode emas. Di periode ini, perkembangan otak anak sedang pesat-pesatnya, Bunda. Untuk itu, Bunda perlu manfaatkan momen berharga tersebut sebaik-baiknya.

Menurut Sarah MacLaughlin, pakar perkembangan anak dan penulis What Not to Say: Tools for Talking with Young Children, otak bayi berkembang sangat cepat. Dalam satu detik, ada lebih dari sejuta koneksi saraf terbentuk.

“Sesuatu seperti sejuta koneksi saraf per detik. Agar mereka (anak) tetap tertarik, Bunda harus menambahkan fitur sensorik atau mobilitas pada mainan anak,” kata MchLaughlin, dikutip dari NY Magazine.

Shannon Lockhart, manajer praktik terapan anak usia dini di HighScope, sebuah yayasan penelitian pendidikan anak usia dini, sependapat dengan McLaughlin.

“Semakin banyak indra (anak) yang dapat Bunda tarik dalam suatu pengalaman, semakin banyak pembelajaran yang akan terjadi,” ujarnya.

Nah, berikut tips memilih mainan anak 1 tahun supaya perkembangan otak mereka optimal:

1. Pilih mainan dengan warna-warna cerah

Mengutip Babylist, saat penglihatan mereka berkembang, anak-anak kecil dapat membedakan warna-warna cerah lebih mudah daripada warna kusam atau pastel. Ya, meskipun mereka tidak akan mulai menamai warna sampai sekitar tiga tahun.

Jadi anak-anak cenderung lebih mudah mempelajari warna dengan bermain-main menggunakan truk pemadam kebakaran merah terang, atau satu set cangkir susun pelangi, daripada mainan yang tidak berwarna cerah.

2. Pilih mainan yang membutuhkan koordinasi motorik anak

Anak ingin menyentuh semua barang dengan tangan (dan mulut) mereka. Jadi, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai mengisi ruang bermain dengan mainan yang meningkatkan perkembangan dan koordinasi motorik halus dan kasar.

Mainan seperti teka-teki, mainan susun, dan penyortir bentuk (shape sorting) sangat cocok untuk tangan mungil untuk mendapatkan ketangkasan dan pikiran yang berkembang untuk belajar pemecahan masalah.

3. Pilih mainan yang membuat mereka bergerak

Mainan yang dapat didorong atau ditarik oleh bayi dengan tali, akan mendorong mobilitas mereka. Ini terutama penting bagi anak usia satu tahun yang baru saja terbiasa berjalan. Mainan yang melibatkan mobilitas adalah pilihan sempurna, dan mainan yang bergerak bersamanya membuat latihan jauh lebih menyenangkan.

4. Pilih mainan yang melatih interaksi sosial

Anak usia satu tahun sebenarnya belum betul-betul bisa bermain bersama. Sebaliknya, mereka melakukan ‘permainan paralel’. Mereka bermain sendiri saat berada di dekat balita lain.

Permainan paralel adalah salah satu tahap paling awal dari perkembangan sosial pada anak-anak, jadi memiliki mainan yang dapat digunakan oleh banyak balita (seperti playset besar atau sekumpulan mobil mainan) akan membantu mereka melakukan interaksi sosial sejak dini.

Semoga 4 tips di atas membantu memilih mainan untuk anak satu tahun. Selamat berburu mainan, Bunda…